Senin, 26 Agustus 2019

resensi novel 5 cm


RESENSI NOVEL 5 CM

1)       Identitas Buku   
Judul Buku                  :  5 cm
ISBN                           :  9797591514
Nama Pengarang         :  Donny Dhirgantoro
Penerbit                       :  PT. Grasindo
Tahun Terbit                :  2007
Tebal Buku                  :  381 halaman
Harga Buku                 :  Rp 60.000,00

2)    Pendahuluan
                        5cm adalah novel karya Donny Dhirgantoro pada tahun 2005 yang diterbitkan oleh Grasindo. Novel karya Donny Dhirgantoro yang berjudul 5 cm sangat menginspiratif bagi rakyat Indonesia khususnya para remaja. Novel ini memiliki cerita yang begitu menguras emosi saat kita membacanya. Dimana suatu persahabatan tidak akan mengalahkan apapun. Walaupun mereka tidak bertemu untuk beberapa waktu, mereka tidak akan melupakan ikatan persahabatan yang telah mereka buat. Dan rasa kekeluargaan selalu mereka utamakan dalam susah maupun senang. Serta rasa ragu untuk mencintai sahabatnya sendiri, karena mereka takut bila persahabatan mereka akan rusak.  Rasa persatuan dan kesatuan selalu mereka ingat untuk menggapai cita cita mereka untuk menggapai puncak Mahameru. Dan dalam novel ini memberi kita inspirasi bahwa dalam hidup itu apapun bisa terjadi, dan kita tidak boleh menyerah dalam menggapai impian yang kita miliki.

3)    Isi
Sinopsis Novel 5 cm-Cerita ini dimulai dari sebuah tongkrongan lima orang yang mengaku dirinya “manusia-manusia agak pinter dan sedikit tolol yang sangat sok tahu” yang telah kehabisan pokok bahasan pada waktu nongkrong sehingga akhirnya cuma bisa ketawa-ketiwi.
Mereka berlima adalah Arial, Riani, Zafran, Genta dan Lan. Arial adalah sosok yang paling handsem diantara mereka semua. Riani pakai kacamata ia adalah sosok yang cantik, cerdas dan seorang N-ACH sejati.
Zafran, adalah seorang penyair yang kebanyakan bimbang dalam hidupnya. Lan, ia adalah tokoh yang paling gendut, subur diantara mereka dan kepalanya botak plontos. Genta ia dianggap “the leader”, dengan badan yang ideal dengan rambut lurus yang berjambul.
Picture of You-nya The Cure terdengar lembut dari tape mobil lan dalam sepanjang jalan Diponegoro, Menteng. Kelima orang dalam mobil tersebut baru saja selesai makan bubur ayam di Cikini.
Mereka semua sepakat, untuk entah beberapa kali nya, pergi kerumah Arial. Halaman rumah Arial yang cukup luas dan asri. Semuanya teringat, tiga tahun yang lalu ketika baru beranggotakan empat orang dan belum menjadi “Power Rangers”.
Tiba-tiba ada yang berkata “ Mungkin sebaiknya kita ngga usah ketemu dulu”, Genta mengalirkan kalimat pendek. “Kita bertemu lagi tanggal 14 agustus ya” Genta meyakinkan kawan-kawannya. “Pokoknya nanti aku bikin reminder buat tanggal 14 agustus di handphone. Tanggal 7 Agustus aku kasih tau planning nya aja lewat SMS, dimana kita akan bertemu,” Lanjut Genta.
Pada tanggal 7 Agustus tepatnya pukul 09.00 pagi, Genta mengirim SMS kepada ke-4 temannya. “Selamat pagi semuanya, gue kangen banget sama kalian semuanya, sumpah !, tanggal 14 Agustus nanti kita bertemu di stasiun kereta api senen jam 02.00.
Tiba tanggal 14 Agustus waktu menunjukkan Pukul 01.30. SIang itu daerah stasiun senen panas sekali. Di stasiun senen, Genta bersama bawaannya yang super banyak, menikmati makan siangnya di salah satu restoran Padang di tempat itu.
Tiba-tiba muncul sosok Zafran terlihat oleh Genta dengan carriernya yang cukup gede juga, baju orange menyala, celana pendek, dan kacamata eighties ala Erik Estrada dalam Film CHIPs-membuat Zafran terlihat nyentrik. Sosok Lan dan Riani yang penuh senyum berlari kecil memasuki Restoran Padang. Arial juga datang dengan adiknya, bernama Dinda.
Sekarang waktu menunjukkan pukul setengah tiga lebih, mereka berenam dan barang bawaan yang hamir sama dengan rombongan pecinta alampun, menuju ke kereta yang siap mengantar mereka ke tujuan.
Kereta ekonomi Matarmaja yang entah berapa lama melayani trayek Malang-Jakarta dan sebaliknya ini terlihat tampak begitu tua dan kumuh dengan beberapa kaca yang telah pecah. Setelah membereskan barang bawaan, mereka semua duduk, berhadap-hadapan.
Riani dan Dinda duduk berhadapan di pojok dekat dengan jendela. Genta di sebelah Riani berhadapan dengan Arial, serta Zafran duduk di sebelah Arial berhadapan dengan Lan. 5 menit kemudian kereta mulai beranjak meninggalkan stasiun senen. Kereta bergerak dengan perlahan, sesekali mengeluarkan angin dari sambungan gerbongnya.
Lan kemudian bercerita tentang jumpalitannya selama dua bulan. Ia yang tidak mudah menyerah, dua kali penolakan kuisionernya, menakjubkannya Sukonto Legowo, Mas Fajar, Keriputnya tangan papa dan mama, sidangnya, pokoknya semua Lan ceritakan di hadapan teman-teman.
Arial muali menceritakan tentang Indy, cewek yang telah merebut hatinya, Indy yang parasnya biasa saja namun enak dipandang dan nggak ngebosenin, Indy yang selalu mengisi hari-hari Arial sejauh ini.
Setengah malam telah terlewatkan. Kereta tua yang tak kenal dengan yang namanya lelah itu mulai menyapa pemandangan kota-kota di Jawa Tengah, melaju cepat di atas rel Jawa di malam hari.
Jalan desa dan jalan perkotaan tua yang damai dan mulai sepi. Pukul 02.30 pagi di stasiun Lempuyangan, Yogyakarta. Genta, Riani, Zafran, dan Dinda turun dari kereta tua itu, menginjakkan kaki di ubin putih yang mulai kekuningan di stasiun Lempuyangan Yogyakarta.
Mereka berjalan ke toilet stasiun yang ada di antara para pedagang yang masih mencari sesuap nasi di pagi yang terasa lain di hati mereka.
Kemudian setelah turun di stasiun Lempuyangan mereka lekas berjalan masuk ke kereta, Perlahan namun pasti, kereta mulai beranjak meninggalkan stasiun Lempuyangan. Kereta muali melaju dengan cepat melawi hutan jati antara Madiun dan Nganjuk.
Keenam anak tersebut sudah dari kantuknya, mereka mulai bercanda lagi di dalam kereta. Pagi di luar terlihat sangat cerah seakan berdatangan menyambut rombongan yang cukup jauh dari rumah ini.
Setelah mereka tiba di  stasiun Malang. Matahari sore yang sudah enggan mengeluarkan sinarnya datang menyambut. Sebelum meninggalkan kereta, sekali lagi mereka memandangi kereta yang terdiam setelah melaju seharian penuh.
Kereta tua yang dalam diamnya telah bercerita banyak tentang keberagaman manusia. Di satasiun Malang, Rombongan pecinta alam ini mulai menarik perhatian banyak orang. Rasa pegal-pegal masih terasa setelah perjalanan.
Sehingga mereka memutuskan untuk istirahat sebentar di kursi stasiun yang panjang, untuk sekedar meluruskan kaki dan menghilangkan penat, matahari sore masih menyisakan sinarnya sedikit menembus pepohonan-pepohonan berada di desa kecil.
Pada waktu sore itu di Tumpang banyak sekali kesibukan jip-jip menunggu pendaki yang mulai berdatangan dari berbagai daerah. Penampilan mereka mirip semua karena memang mereka memiliki satu tujuan yang sama yaitu Mahameru.
Setalah itu mereka mulai melangkah, menyusuri jalan berbatu di desa yang kemudian berbelok ke jalan setapak mungil menuju ke punggung Gunung Mahameru. Perjalanan terus berlanjut menembus pepohonan di punggung mahameru.
Dari ketinggian pinggir lereng Gunung Mahameru, Ranu Kumbolo perlahan muncul layaknya tetesan air raksasa yang jatuh dari langit dan membesar di hadapan mereka. Pukul 02. 00 pagi, dingin diatas 3000 Mdpl. Rombongan itu berdiri di depan tenda.
Keenam anak itu tercengang melihat Gunung Mahameru dalam gelapnya malam. Setelah membereskan tenda, mereka mulai bergerak melewati hutan cemara yang gelap dengan penerangan seadanya.
Puncak Mahameru terlihat seperti sebuah gundukan pasir yang Besar dengan taburan batu karang dimana-mana. Jalur pendakian terlihat terang di terangi sinar bulan dan cahaya senter dari para pendaki Gunung Mahameru.
Matahari pagi mulai menampakkan sinarnya, sinar matahari pagi yang hangat menyapa tubuh dingin mereka. Keenam anak itu seperti melayang saat menjejakkan kaki di tanah tertinggi di Pulau Jawa. Waktu seperti berhenti sejenak, dataran luas berpasir itu seperti sebuah papan besar yang menjulang dengan indah di ketinggian menggapai langit.
Di sekeliling mereka tampak langit kebiru-biruan dengan sinar matahari yang begitu dekat. Awan putih mulai berkumpul melingkar di bawah mereka. Asap putih yang tebal membubung di depan mereka berada di mana-mana.
Para pendaki nampak berbaris teratur di puncak Mahameru. Di depan barisan tertancap tiang bendera dari bambu berdiri sendiri dengan Background kepulan asap/kabut Mahameru dan langit yang kebiru-biruan.
“Biarkan keyakinan mu, 5 centimeter menggantung  mengambang di depan mu. Dan…setelah itu yang kamu perlu cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih seringmelihat ke atas. Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, hati yang akan bekerja lebih kerasdari biasanya serta mulut yang akan selalu berdoa…percaya pada 5 centimeter di depan kening kamu”Kata yang diucapkan Zafran dengan penuh yakin.
Sepuluh tahun berlalu, minggu pagi di scret garden. Keluarga besar penuh cerita itu berkumpul di bungalow secret garden. Riani dan Dinda memejamkan matanya. Dan sekarang mereka menjadi seorang ibu. Bungalow secret garden pada hari itu penuh denga do’a, mimpi dan keyakinan yang tulus dalam hati mereka. Akhirnya semua saling pandang dan tersenyum satu sama lain.

*     Unsur Intrinsik

o   Tema

Bertemakan tentang persahabatan 5 anak muda yang memiliki kekuatan, keajaiban, mimpi serta keyakinan handal.


o   Penokohan

*      Arial adalah lelaki terganteng diantara mereka, dan bertubuh atletis. Adapun karakternya adalah sebagai berikut: Tenang“… ia kebanggaan seluruh tongkrongankarena cuma dia yang bisa tenang…” (hal.7)
Asik“…kalo ketawa paling keras, makanya kalo ada dia jadi ramai.” (hal.8)Apa adanya“Semua tulisan yang Arial baca, di mana pun, pasti Arial turuti apa adanya.” (hal.92)

*      Riani ia adalah gadis berkacamata yang cantik cerdas serta mengutamakan prestasi. Adapun karakter Riani sebagai berikut: Karismatik“Dia punya semacam karisma yang bisa bikin orang menengok.” (hal.8)
Ramah“Hmm, ia selalu tersenyum sama siapa saja, selalu akbar sama siapa saja, dari bos sampai cleaning service…” (hal.82)
Kritis“Siapa saja dan apa saja bisa didebatnya, soalnya dia banyak baca dan banyak belajar. (hal.8)

*      Zafran adalah lelaki berbadan kurus, anak band, gokil, senang bersyair serta membuat puisi-puisi, hidupnya terasa kurang lengkap bila tidak bersyair selama sehari. Adapun karakternya adalah sebagai berikut: Puitis“Zafran mulai bersyair bimbang.” (hal.78)
Spontan“Zafran adalah orang yang akan bilang apa aja yang dia mau bilang…” (hal.11)
Pintar“…pasti punya persepsi nih anak pinter banget…” (hal.9)

*      Lan ia adalah tokoh penggemar bola, gemar makan terutama makan indomie sekaligus penggemar artis Happy Salma. Adapun karakter Ian sebagai berikut: Fanatik“Apa aja tentang bola dia tahu dan kebanyakan dia ngabisin waktunya buat bola…” (hal.11)
Pantang Menyerah“Sekeluarnya dari ruangan, tiba-tiba Ianmerasa lega. Pasti gue bisa, gue nggakpernah mau nyerah…” (hal.127)
Kreatif“…masih nerusin makannya, ngasih tahu rumus yang dibanggakannya buatIndomie.” (hal.55)

*      Genta adalah seoarang leader diantara mereka sehebat-hebatnya Genta adalah sosok yang baik hati, seorang aktivis kampus. Adapun karakternya sebagai berikut: Pantang menyerah“…dia sendiri mengakui kalo Genta itu enggak pernah nyerah…” (hal.140)
Perfeksionis“Genta emang orang yang sangat perfeksionis kalo udah nyebur-nyebur ke wilayah customer intimacy…” (hal.29)
Berjiwa Pemimpin“Sekarang aja…, Genta langsung jawab pertanyaan ketiga temanya. Semuanyalangsung setuju, semuanya gampang nurut sama Genta.” (hal.43)


o   Latar dan Suasana
*      Latar tempat :

ü  Stasiun kereta api
ü  Stasiun Lempuyang di Yogyakarya
ü  Ranu Pane
ü  Ranu Kumbolo
ü  Puncak Gunung Mahameru

*      Latar Waktu:

ü  Pagi hingga malam hari
“Matahari sore masih tersisa sedikit…” (hal.206)
*      Latar Suasana :

ü  Menggembirakan
ü  Mengharukan
ü  Menegangkan

o   Alur

Novel ini menggunakan alur maju dan alur mundur artinya dalam cerita ini terjadi flashback ke masa lalu dan kejadian di masa akan datang. Alur novel ini menggunakan alur campuran,dimana penulis menceritakan kejadian secara progresif yang diselingi flashback/ kejadian di masa lalu.
Adapun alur novel 5cm adalah sebagai berikut: Awal cerita dimulai saat kelima sahabat sedang kumpul di Secret Garden, rumah Arial. Disini mereka berlima sempat flashback tentang kejadian Ian mencari jati dirinya sebelum akhirnya menjadi Ian yang sepenuhnya Ian. Saat itu mereka sampai pada titik jenuh setelah 7 tahunselalu bersama, akhirnya Genta berinisiatif untuk berhenti sejenak bertemu satu sama lain selama 3 bulan, semua temannya pun setuju. Selama 3 bulan berpisah, banyak kejadian yang terjadi pada tiap orang, seperti Ian yang akhirnya menyelesaikan skripsi, Riani yang sukses ditempat kerjanya, Arial yang jatuh cinta sama Indy, Genta yang sukses jadi Event Organizer, dan Zafran yang makin jatuh cinta sama Arinda. Bagian tengah dari novel ini adalah saat kelima sahabat ini ditambah Dinda akhirnya bertemu kembali di Stasiun Senen, 14 Agustus, untuk melakukan perjalanan mendaki ke tanah tertinggi, puncak Mahameru. Perjalanan dimulai dari naik kereta Matarmaja, naik Jip untuk ke Ranu Pane, bertemu Daniek salah satu pendaki setia Mahameru, mendaki Mahameru, beristirahat di Ranu Kumbolo, perjalanan menuju puncak ditemani pemandangan indah dan juga rintangan, hingga akhirnya mereka sampai di tanah tertinggi pulauJawa, Puncak Mahameru, 17 Agustus, dan melakukan upacara bendera dengan pendaki yang lainnya.Bagian akhir dari novel ini adalah saat turun dari Puncak Mahameru, Genta memberanikan dirinya untuk mengungkapkan segala rasa pada Riani, yang selama ini dipendam. Namun ternyata Riani memendam rasapada Zafran, kekonyolan Zafran dan dunianya yang selalu bisa bikin Riani tersenyum. Pada akhirnya cinta bukan untuk dimiliki karena Tuhan memberi apa yang manusia butuhkan. Zafran menikah dengan Riani, Arial menikah dengan Indy, Genta menikah dengan Citra, sahabat Riani di kantor, dan Ian yang akhirnya bisa menikahi Happy Salma, wanita idamannya. Persahabatan mereka tidak pernah berhenti, begitupula persahabatan anak-anak mereka.

o   Sudut Pandang

PandangDalam novel ini, sudut pandang yang digunakkan penulis adalah orang ketiga serba tahu, dimana penulis bertindak sebagai sutradara yang mengetahui segala perasaan maupun konflik batin yang dialami para tokoh. Adapun buktinya sebagai berikut:“Batin Riani pun angkat bicara, Genta… Genta… Genta emang yang paling Riani buat Riani…” (hal.28)

o   Gaya Bahasa

Gaya bahasa yang digunakan dalam novel 5 cm yakni bahasa yang mengikuti perkembangan zaman sehingga mudah untuk dibaca dan dipahami oleh pembaca khususnya di kalangan remaja.

o   Amanat

Amanat yang tersampaikan, Terimalah sahabat kita dengan sepenuh hati dan apa adanya, baik kelebihan dan kekurangannya yang ada pada diri sahabat kita. Karena tidak semua orang mempunyai kelebihan semata.

*    Unsur Ekstrinsik

o   Penulis novel “5 cm” adalah Donny Dhirgantoro.
o   Donny Dhirgantoro adalah seorang penulis, yang memulai debutnya pada tahun 2005.
o   Donny beragam islam.
o   Donny hidup disekitar anak muda, yang membuat novel 5 cm menggunakan bahasa sehari-hari khas ank muda.
o    Novel 5 cm adalah novel pertamanya.
o   Donny Dhirgantoro adalah penulis yang handal, selain novel 5 cm, karyanya yang lain adalah novel berjudul 2, yang juga menjadi best seller.

4)    Kerangka
1.      Identitas
2.      Pendahuluan
3.      Isi/sinopsis
4.      Kerangka
5.      Penutup

5)    Penutup

Novel ini sangat layak untuk diterbitkan, karena memberi banyak inspirasi bagi kaum muda di seluruh Indonesia. Novel“5 cm” benar-benar novel yang cocok bagi pelajar jaman sekarang, karena novel ini mengajarkan kita tentang persahabatan yang erat dan kekuatan kerja keras. Novel ini mengingatkan kita tidak perlu bukti dan hitungan, serta rumus-rumus yang rumit untuk membuktikan kekuatan dan keajaiban mimpi dan keyakinan. Selain itu, buku ini juga mengajarkan tentang bagaimana cara mewujudkan mimpi yang kita punya.
 Novel ini memiliki banyak kelebihan. Namun bukan berarti novel ini tidak memiliki kekurangan. Berikut penjelasan mengenai kelebihan dan kekurangan novel ini :
o   Kelebihan

Kelebihan dari buku ini adalah ceritanya yang cukup menarik penuh tantangan dan petualangan. Penulis menggunakan bahasa yang elegan mudah dipahami dan alur ceritanya yang tidak membosankan sehingga menarik pembaca untuk membaca buku ini hingga akhir.

Di dalam buku ini terdapat banyak kata-kata yang dapat membuat kita terinspirasi. Dalam ceritanya diselipkan beberapa lagu yang sesuai dengan suasana yang sedang dialami, sehingga membuat kita semakin terlarut dalam cerita.

Ditambah dengan penggambaran setting latar waktu dan latar tempat yang detail, namun tidak berlebihan seakan membuat kita seperti ikut terlibat di dalamnya, seperti pejalanan mereka dari stasiun senen, Jakarta sampai ke puncak Gunung Mahameru.

Pembaca bagaikan berada dalam situasi tersebut, merasakan dinginnya Ranu Pane, Indahnya Ranu Kumbolo, Kisah mitisnya kalimati serta menakjubnya puncak Mahameru. Pesa moral yang disampaikan pun sangat baik sehingga memotuvasi pembaca agar dapat mengejar impian mereka dan membuat menjadi kenyataan.

o   Kekurangan

Cerita akhir novel 5 cm ini walaupun berakhir dengan happy ending, namun masih sedikit menggantung dan serasa begitu dipaksakan dengan pembentukan keluarga antara sahabat-sahabat tersebut.

Ditambah lagi dengan keturunan mereka yang begitu sama mewarisi sifat-sifat dari orang tuanya dan semuanya seumuran. Hal tersebut menyebabkan pembaca sulit dalam membedakan mana yang menjadi anak dan mana yang menjadi bapak, mana yang masih muda dan mana yang anak-anak.

contoh cerpen remaja


hai guys, jadi ini aku ceritanya lagi ada waktu kosong, aku iseng" buat cerpen, dan kisah ini terinspiratif dari drakor guys:3
Sebuah Rasa
          Di taman yang penuh dengan bunga, Anita sedang duduk di kursi taman seorang diri. Ia menikmati udara segar dan bau bunga yang wangi, ditemani kupu kupu yang berwarna warni juga kelinci yang melompat kesana kemari. Suara gemericik air yang bertabrakan dengan batu batu pinggiran sungai. Membuat Anita ingin tertidur disana. Tiba tiba terdengar suara bising “Anita, bangun Anita, ini sudah jam berapa ?, anak perempuan kok malasnya minta ampun !” dan suara itu sangat menganggu. Ternyata suara itu merupakan suara ibu Anita yang sedang membangunkannya karena jam sudah menunjukan pukul 06.00 pagi. Karena pagi ini Anita ada kelas Sastra dan Bahasa Inggrisnya.  
          Dengan cepat Anita bangun dari tempat tidurnya dan bergegas menuju ke kamar mandi untuk bersiap berangkat kuliah. Ibu Anita hanya menggelengkan kepala melihat perilaku Anita, lalu ibu merapikan tempat tidur Anita yang berantakan. Kemudian ibu turun dari kamar Anita dan mempersiapkan sarapan untuk Anita.” Anita, cepat turun, ini sarapan kamu sudah siap.” Tak lama kemudian Anita keluar dari kamarnya dan langsung mengambil roti dan meminum susu yang telah dibuat ibu. Anita berpamitan dengan ibu, “ Sudah ibu, aku terlambat, aku langsung pergi saja ya, nanti aku makan di kantin saja. Assalmualaikum ibu,” dan langsung pergi berangakat kuliah naik angkutan umum.
          Di dalam angkutan umum itu sangat ramai orang dan saling berdesak desakan. Hal ini tampak biasa bagi orang orang yang tinggal di ibukota Jakarta. Suasana hati Anita yang sudah kacau karena bangun kesiangan ditambah berdesak-desakan di dalam angkutan semakin membuat hari Anita menjadi semakin kacau. Sesampainya di Universitas, ia juga terlambat masuk kelas pertamanya. Dan dosen yang mengampu kelasnya merupakan dosen yang ditakuti semua mahasiswa. Pastinya, jika ada mahasiswa yang terlambat saat di kelasnya, tidak akan pernah mendapat izin masuk di kelasnya. Anitapun memutuskan untuk pergi ke kantin, perutnya lapar karena tadi pagi ia hanya memakan sepotong roti dan susu. Sesampainya di kantin, ternyata kedua sahabatnya juga ada di sana. “ Loh, kalian. Kalian disini ngapain?”, tanya Anita kepada kedua temannya tersebut. “Saat kelas mau dimulai, dan kamu belum datang, kami langsung keluar dari kelas dan ke sini, karena kami tahu kamu akan telat”, jawab teman Anita yang bernama Yuri dan Tasya. Saat itu pula Anita berlari memeluk kedua temannya itu, “Tapi apa kalian ada maksud lain dari keluarnya kalian ke sini?”, sambung Anita. “Hehe, sebenarnya, kami mau minta traktiran sama kamu, karena kamu kemarin menang lomba melukis,” jawab Yuri. “Sudah kuduga!”, ucap Anita. “Okelah, untuk kali ini aku yang traktir untuk merayakan kemenanganku kemarin.” Sahut Anita.“ yeeeaa” teriak mereka berdua.
          Sampai kelasnya berakhir, mereka asik di kantin dan makan bersama. Sampailah waktu kelas kedua Anita dan teman temannya pagi ini, yaitu kelas seni melukis. Mereka hendak menuju ke kelas. Tetapi saat mereka ingin pergi, datang seorang mahasiswa bersama temannya ingin ke kantin. Anita tidak berkedip ketika berpapasan dengan mahasiswa tersebut. Mahasiswa tersebut memiliki wajah yang tampan, badan tinggi, kulit putih, dan berpakaian rapi. “ Anita, Anita, hey Anita, ayo kelasnya mau dimulai.” Ucap Tasya. “Iya, iya, tunggu aku.” Sahut Anita. Dalam perjalanan ke kelas Anita memikirkan siapa mahasiswa yang berpapasan dengan dia, dan mahasiswa jurusan apa ya dia?. Pelajaran seni melukis sedang dimulai dan dosen memberikan tugas untuk melukis suatu objek baik berupa patung, tanaman, hewan, ataupun tempat. Selama pelajaran berlangsung, Yuri melukis makanan kesukaannya yaitu pizza, Tasya melukis bunga mawar karena dia pecinta tanaman. Tetapi Anita melukis seorang lelaki, sontak dosen yang sedang berkeliling melihat gamabaran Anita, membicarakan gambaran Anita dengan mahasiswa lain, dan mahasiswa lain langsung meneriaki Anita. Anita merasa malu dan pipinya mulai memerah.
          Sehari dilalui Anita dengan rasa malu, karena datang kuliah terlambat, terlebih lagi diteriaki teman sekelas karena suka sama mahasiswa. Kelas berakhir dan Anita pulang ke rumah naik busway. Sekitar jam 15.00 Anita sampai di rumah. Sepanjang perjalanan Anita masih memikirkan mahasiswa tersebut, “Siapa ya, mahasiswa yang tampan itu ?”. Saat pemberhentian terakhir dari busway sudah diberitahukan, tetapi karena Anita melamun, ia melewatkan jalur rumahnya. Akhirnya dia kembali ke rumah naik taksi. Dan hal itu membuat uang jajannya untuk besok habis untuk membayar taksi yang mahal. Sampailah Anita di rumah pukul 18.00. Sesampai di pintu rumah Anita dihadang oleh ibunya dan ditanyai mengapa ia pulang terlambat. “ Anita, kenapa kamu pulang terlambat hari ini, kemana kamu pergi setelah kuliah?”, tanya ibu Anita. “Maaf bu, sebenarnya aku tadi pulang dari kampus jam 15.00 dan aku pulang dengan naik busway, tapi karena aku tadi di busway melamun, aku tidak melihat tempat pemberhentian di jalur rumah kita. Jadi aku naik taksi untuk kembali pulang ke rumah.”, penjelasan Anita kepada ibunya. “Sudah, kamu naik ke kamar kamu, terus mandi, lalu turun untuk makan malam.” sahut ibu Anita. “ Baik bu, Anita minta maaf ya bu,” ucap Anita.
          Saat di kamar Anita langsung berbaring di tempat tidurnya dan berpikir betapa banyaknya kesalahan yang ia buat pada hari ini. Lalu, ia segera berdiri karena mendengar suara ibunya memanggil, dan ia langsung mengambil handuk untuk mandi. Setelah mandi Anita langsung mengambil air wudlu untuk sholat Maghrib. Dalam sholatnya, ia berdo’a untuk kebaikan dalam hidupnya. Setelah selesai sholat Anita langsung turun dari kamar dan bersiap untuk makan malam bersama ibunya. Dan Anita bertanya kepada ibunya, “Bu, kapan ayah selesai mengerjakan proyeknya di Surabaya?, ini kan sudah satu minggu bu, “. “Iy, sabar saja nanti ayah juga akan pulang.” Jawab ibu. Anita merupakan anak yang dimanjakan ayahnya karena merupakan anak satu satunya. Anita merasa bosan jika ayahnya tidak ada di rumah, tidak ada teman bercanda dan berbagi cerita. Hari ini merupakan hari yang menjengkelkan bagi Anita, karena hari ini diawali dengan hal buruk hingga sampai malam dia tidak bisa tidur karena memikirkan siapa mahasiswa itu dan dia sangat merindukan ayahnya.
          Keesokan harinya Anita bangun pagi pagi untuk berngkat lebih awak ke kampus untuk mencari informasi tentang mahasiswa tersebut. Ia mendatangi ruang informasi, dan akhirnya dia menemukan informasi tentang siapa mahasiswa tersebut. Ternyata mahasiswa tersebut namanya Rendi, dia anak dari jurusan kedokteran dan ia mengikuti ekstrakurikuler basket. Anita langsung merasa sangat senang karena sudah mengetahui informasi tentang mahasiswa tersebut. Dia menuju ke kantin karena pagi ini dia belum sarapan karena berangkat pagi pagi untuk mencari informasi tersebut. Sambil ia menunggu teman baiknya Yuri dan Tasya datang, ia mencari akun facebook dan instagram dari Rendi. Tak berapa lama kemudian, Yuri dan Tasya datang ke kantin karena Anita yang memberi tahu kalau dirinya sedang di kantin. Tetapi, Anita tidak menceritakan kalau dia menyukai Rendi kepada Yuri dan Tasya. Untuk saat ini dia masih malu untuk menceritakan hal ini kepada mereka. Mereka masuk ke kelas bersama, dan wajah Anita terlihat sangat memerah. Hal ini membuat para sahabat heran dan bertanya. “ Hey Anita, kamu kenapa sih, dari tadi di kantin senyum senyum sendiri.” kata Tasya. “Anita, Anita” teriak Yuri mengagetkan Anita. Sontak Anita terkejut. “ Eh iya, ada apa Yuri, manggil aku kok kenceng banget suaranya.?”, sahut Anita. “ Eh, yang ada itu kamu diajak bicara dari tadi kok nggak jawab,” jawab Yuri dengan nada kesal. “Ooo, gitu ya, maaf deh, soalnya aku nggak denger tadi, ayo kita ke kelas.”
          Sesampainya di kelas, Anita langsung duduk, mengeluarkan bukunya. Tak berapa lama kemudian, dosen masuk ke dalam kelas dan kelas dimulai. Selama pelajaran, memang benar Anita mengeluarkan buku, tetapi bukan untuk dibaca, malah dicorat coret gambar wajah mahasiswa tersebut. Sampai kelas berakhir Anita tidak menegtahui apa yang dibahas oleh dosen tadi. Yuri dan Tasya langsung menghampiri Anita, dan melihat coretan wajah lelaki di buku Anita. Seketika , Yuri dan Tasya menarik Anita dan membawanya ke taman. Yuri memarahi Anita karena ia sudah tidak jujur kepada merekan kalau Anita sekarang sedang suka sama seseorang.” Emt, sebenarnya aku mau cerita sama kaliyan, tapi aku takut kalau aku akan dicuekin sama mahasiswa tersebut.” penejelasan Anita. “Oke, tapi apa kamu sudah tahu, siapa lelaki itu?”, sahut Tasya. “Sudah,” jawab Anita. Dengan rasa penasaran Yuri dan Tasya bertanya tentang mahasiswa tersebut. Akhirnya Tasya menceritakan siapa itu Rendi dan dia dari kejurusan mana kepada Yuri dan Tasya. Yuri dan Tasya sangat senang mendengar hal ini, karena akhirnya sahabat mereka mengungkapkan orang yang disukainya. Anita termasuk orang tidak terbiasa mengungkapkan hal hal pribadi kepada orang lain. Dan Anita terkenal sebagai seorang gadis yang tidak pernah berpacaran. Tetapi Anita meminta agar mereka tidak mengungkapkan hal ini kepada orang lain selama dia berusaha untuk mendapatkan hati Rendi.
          Saat di rumah Anita  mencoba memberikan pesan kepada Rendi untuk pendekatan . Anita ini merupakan seorang wanita yang pemberani ya, karena dia berani chat duluan dan ngajak kenalan duluan. Awalnya Rendi tidak menjawab chat dari Anita, dan hal itu membuat Anita pesimis. Beberapa hari ia mencoba chat duluan, tapi masih tidak dibalas. Hingga pada suatu hari setelah kuliah selesai, ia memberanikan diri menemui Rendi di lapangan basket, tetapi ia tidak berani berjumpa, ia hanya melihat dari kejauhan. Setelah dia melihat Rendi yang sedang bermain bola dengan teman temannya, dia mau pulang. Tetapi saat mau pulang, ada salah seorang teman Rendi yang berteriak, “hey kamu siapa?, apa yang kamu lakukan disini?”. Karena Anita merasa takut, dia langsung pergi menunggalkan lapangan basket. Keesokan harinya, karena Anita tidak memiliki kelas, dia berniat untuk pergi ke tempat kuliahnya Rendi. Dia disana berangkat bersama Tasya, karena Tasya itu anaknya kalem, lain Yuri yang lebih cerewet. Mereka pergi bersama, sesampainya di tempat, mereka mencoba mencari dimana Rendi berada., tetapi mereka tidak menemukannya. Akhirnya mereka pergi ke kantin untuk membeli minuman karena haus berkeliling universitas.
          Tanpa  mereka sadari, ternyata Rendi dan temannya juga berada di kantin sedang berkumpul bersama. Anita dan Tasya langsung terkejut melihat ada Rendi dan teman temannya disana. Salah satu teman Rendi mengetahui ada Anita dan menghampiri Anita.” Kamu yang kemarin datang ke lapangan basket waktu kita latihan kan dan kamu selalu memperhatikan Rendi,?”, tanya salah satu teman Rendi yang bernama Dito. Anita hanya diam dan malahan Tasya yang berbicara. “Iya, benar memangnya kenapa kalau Anita kemarin datang ke lapangan basket, tidak boleh ya?”. “Enggak kok. Cuma aneh aja, kemarin dia datang, ngelihatin kita main, lalu saat aku tanya malah pergi begitu aja.” jawab Dito dengan nada takut kepada Tasya. Rendi yang hanya diam berdiri meliha Anita yang sedang tertunduk. Akhirnya Anita dan Tasya pergi dari kantin dan ingin pergi dari universitas tersebut. Tetapi, saat akan keluar gerbang, tiba tiba Dito datang dan menghadang Anita dan Tasya. Dito minta maaf karena perilakunya di kantin tadi kepada Anita. Anita memaafkan Dito, tetapi tidak dengan Tasya yang masih mengomel terhadap Dito. Tetapi hal ini malah membuat Dito merasa jatuh cinta kepada Anita. Dito mengajukan permintaan untuk mereka agar mau menerima ajakan makan siang bersama sebagai permohonan minta maaf. Mereka menyetujuinya, dan Tasya memberikan nomor teleponnya kepada Dito untuk memberitahukannya kapan, dimana tempat untuk perjanjian tersebut.
          Sejak saat itu, Anita tidak pernah chat Rendi, dan tidak pernah melihat bagaimana keadaan Rendi. Dia merasa sedih dan malu saat terakhir bertemu Rendi. Dia sering murung di kelas, tidak pernah tersenyum,  jarang berbicara, bahkan jarang berkumpul bersama sahabatnya. Hal ini membuat para sahabatnya khawatir akan keadaan Anita di kelas. Bahkan saat ayahnya pulang dari luar kota, Anita tidak sebahagia dulu, hal ini juga membuat bingung ayahnya. Mungkin hal ini karena Anita terlalu jelas menunjukan perasaannya kepada Rendi, dan semua teman temannya mengetahuinya. Pada suatu hari, Dito menepati janjinya untuk mengajak Tasya dan Anita  makan siang disebuah mall. Saat Tasya dan Anita sudah sampai disana, mereka dikejutkan karena ada Rendi juga disana yang diajak Dito. Dito dan Tasya meninggalkan Rendi dan Anita sendiri di sana untuk berbicara secara pribadi. Rendi mengawali pembicaraan,”Anita, sebelumnya aku minta maaf, karena sudah pernah mengabaikanmu dulu waktu kamu chat aku, dan buat kamu malu di depan teman temanmu, sebenarnya bukan itu maksud aku. Aku ini orangnya emang cuek, apalagi soal wanita. Tapi semenjak aku bertemu sama kamu, aku juga suka sama kamu dan selama beberapa hari ini aku berpikir apakah itu benar?”,penjelasan dari Rendi. Anita mulai mengangkat kembali kepalanya yang selalu menunduk dan ada sedikit senyum di wajahnya. “Jadi maksud aku ke sini aku mau minta maaf soal kemarin dan aku mau kamu jadi teman dekat aku?”. Anita langsung tersenyum bahagia, mendengar ucapan Rendi. “ Rendi, ternyata cintaku tidak bertepuk sebelah tangan ya, “ ucap Anita. Seketika Rendi langsung memeluk Anita, dan Anita meneteskan air mata kebahagiaan.
          Lain cerita dengan Tasya dan Dito, saat mereka meninggalkan Anita dan Rendi, mereka pergi ke kedai kopi, Dito mulai pembicaraan dengan Tasya. “Em, kamu kuliah dijurusan apa,?”,tanya Dito. “ Aku, aku ambil jurusan Sastra dan Bahasa Inggris, sama seperti Anita.”,jawab Tasya. “Jadi, kamu dan Anita temenan udah lama ya?,” tanya Dito lagi. “ Nggak, saat penerimaan mahasiswa baru aku datang terlambat dan saat itu Anita dan Yuri juga datang terlambat, jadi kami bertiga dihukum oleh kakak kelas, dan sejak saat itu kami selalu bertiga hingga saat ini.”jelas Tasya. “ Gitu ya, pantes kalian selalu kompak selama ini.” sahut Dito. “Iya, eh, udah sore nih, aku harus bertemu Aita dan harus pulang, takutnya nati kesorean pulangnya.” Kata Tasya. Mereka berdua kembali ke tempat mereka meninggalkan Anita da Rendi. Saat mereka sampai mereka terherankan melihat Anita dan Rendi berbicara seperti sebuah pasangan. “Nit, pulang yuk, udah sore nih,” kata Tasya. “Oh ya, gimana kalian ?”, sambung Tasya. Dengan wajah malu Anita menarik tangan Tasya dan berkata,”Nanti aku ceritain, ayo pulang.” Anita dan Tasya pulang dan bersamaan dengan Rendi dan Dito juga akan pulang. Setelah Anita dan Tasya masuk ke dalam taksi, Tasya menanyakan soal Anita dan Rendi,”Nit, gimana?”,tanya Tasya. “Gimana apanya,?” sahut Anita. “Soal kamu dan Rendi.”Sebenarnya tadi itu Rendi ngungkapin perasaannya sama aku, jadi tadi kami itu ngungkapin perasaan satu sama lain.” penjelasan dari Anita. “Serius kamu, selamat ya,” ucap bahagia dari Tasya.
          Hari hari dilalui mereka sebagai sepasang kekasih layaknya pasangan lain. Mereka menjalin hubungan hampir tiga tahun lamanya. Mereka saling mendukung terhadap pendidikan mereka, hingga pada semester terakhir kuliah dan mereka akan wisuda. Dan pada suatu hari Anita ingin membuat kejuatan untuk Rendi,” Hallo, Rendi tolong aku, aku sekarang kecelakaan dan aku masuk rumah sakit, sekarang aku butuh kamu.” Ucap Anita. Setelah mendengar semua itu Rendi langsung pergi ke rumah sakit , dan saat sampai di taman yang terletak di depan  rumah sakit, Rendi dihadang oleh seorang wanita yang menutupi wajahnya. Rendi mencoba melewati wanita tersebut, tetapi wanita tersebut tetap menghalangi jalan Rendi, Rendi semakin kesal dengan wanita tersebut dan akhirnya, wanita tersebut mengejutkan Rendi dan ternyata wanita tersebut merupakan Anita yang ingin memberikan kejuatan ulang tahun hubunga  mereka, diapun sudah membawa kue untuk mereka tiup bersama sama. Tetapi hal itu malah membuat Rendi marah.” Kamu pikir ini lucu ya, kamu pikir ini yang dinamakan sebuah kejutan, dan kamu pikir aku senang dengan semua ini. Sikap kamu ini kayak anak kecil, tau nggak?, aku kecewa banget sama kamu.” Rendi meninggalkan Anita dan pergi begitu saja. Anita tidak bisa menjelaskan apa apa kepada Rendi, karena Rendi tadi sangat marah dan ia hanya bisa menangis, dia duduk di kursi taman dan meratapi kesalahan yang telang ia perbuat. Dia terus menangis. Tetapi tiba tiba, ada seseorang datang dari belakang bermain gitar dan menyanyikan sebuah lagu  yang merupakan lagu kesukaan Anita dan Rendi selama menjadi sepasang kekasih. Anita langsung merdiri dan melihat ke belakang. Ternyata itu merupakan Rendi yang datang untuk memberikan kejutan kepada Anita karena hari ini adalah hari ulang tahun hubungan mereka. “ Happy Anniversary Anita, maaf tadi aku marah marah sama kamu, aku hanya ingin memberikan kejutan yang special sama kamu.”  Rendi memberikan seikat bungan kepada Anita. Anita yang terdiam diri, langsung berlari memeluk Rendi dan mengatakan kalau dia sangat mencintai Rendi, dan tidak ingin kehilangan Rendi. “Aku punya satu hadiah special lagi,tapi akanaku berikan padamu besok malam saat kita di perayaan kelulusan. Anita dengan wajah penasaran memikirkan apa hadiah yang akan diberikan rendi kepadanya.
          Keesokan harinya, Anita dan Rendi hari dalam acara wisuda kelulusan mereka. Semua orang tua datang untuk mendampingi putra putrinya yang diwisuda. Termasuk orang tua Anita yang hadir dalam peristiwa tersebut, Anita merasa sangat bahagia akhirnya dia bisa membahagiakan kedua orang tuanya dengan melihat senyum yang sangat indah di wajah ayah ibunya saat melihat putri mereka menyelesaikan pendidikannya. Hari berganti malam, saatnya Rendi memberikan hadiah special kepada Anita. Rendi menjemput Anita di rumahnya dan mengajaknya ke taman kota. Disana rendi mulai berbicara dengan mengucapkan selamat kepada Anita karenan kelulusannya, begitu jugak Anita yang mengucapkan selamat kepada Rendi karena kelulusannya. Dan Rendi memberikan sebuah kotak dan berkata ”Ini hadiah yang telah aku janjikan kepada kamu, kamu boleh buka hadiah ini. “ Anita membukan kotak tersebut dan di dalamnya hanya ada sebuak foto lama dan surat surat lama. “ Ini apa Ren, inikan foto temen temen SMP ku waktu aku sekolah di Yogyakarta ?”. Sebenarnya, aku ini adalah Rendi teman satu kelasmu dulu waktu kamu SMP. Aku dulu, waktu SMP sudah suka sama kamu, tapi aku nggak berani ngungkapin perasaanku ke kamu, karena aku dulu itu gendut, jelek, pasti kamu nggak suka sama aku. Setiap aku menulis surat untuk kamu, aku nggak berani memberikan surat itu ke kamu, jadi aku simpen deh surat itu, aku kumpulin hingga sebanyak ini,” Anita yang mendengar ucapan Rendi Hanya terdiam dan ingin meneteskan air mata terharu karena lelaki yang ia sukai saat kuliah ternya lelaki yang menyukainya sejak saat SMP dan mengajak keluarganya pindah ke Jakarta untuk menyusul Anita, yang saat itu pindah ke Jakarta karena urusan kerja ayahnya. Anita langsung berlari memeluk Rendi, dan Rendi berbisik di telinga Anita ”Terimakasih Anita, karena kamu aku berubah menjadi lebih baik sekarang, kau lah penyemangat dalam hidupku untuk meraih apa yang aku impikan, sekali lagi, terimakasih Anita,”

contoh cerpen remaja


ADH
(Arti Dari Hijrah)
Oleh Amanda Chindy Patrechia

                          Seorang anak dari sepasang suami istri yang hidup sederhana tinggal disebuah desa kecil bernama Agungmulyo Rt 02 Rw 01, memiliki seorang ayah yang pekerja keras, apapun macam pekerjaannya ia lakukan demi mencukupi kebutuhan keluarganya. Serta seorang ibu yang bisa dikatakan seorang bidadari, bidadari yang mampu mengubah rumah kecil bak istana bagi keluarga kami, bidadari yang mampu menghasilkan pundi pundi rupiah demi membantu tugas seorang suami. Tanpa kenal lelah mereka mengais pundi pundi rupiah, tanpa kenal waktu mereka mencarikan uang jajan untuk anak-anaknya. Saat sepertiga malam telah tiba, ku mencoba menguping pembicaraan bidadari tersebut dengan sang pemberi rezeki. Ku dengar rintihan doa terucap dalam lantunan doa beliau. Doa agar mereka mampu membahagiakan anak mereka.
                      Tujuh belas tahun yang lalu tepatnya tanggal 31 Juli 2001, seorang anak perempuan dilahirkan, tepatnya anak itu adalah aku. Dimana aku ini memiliki nama Amanda Chindy Patrechia. Dalam proses datangnya aku di dunia ini ada banyak hal unik terjadi, seolah-olah ini pertanda akan ada hal hal unik dalam perjalanan kehidupanku nanti. Sebelum aku dilahirkan, dokter telah mengatakan bahwa calon anak dari orang tuaku adalah laki-laki, hal itu telah dibuktikan lewat media ultrasonografi di salah satu rumah sakit di Pati. Tetapi, pada kenyataannya, aku telah direstui Tuhan untuk dilahirkan sebagai seorang wanita. Bukan hanya itu, dalam proses kelahiranku berbeda dengan orang normal biasanya. Kalau biasanya bayi lahir dari kepala terlebih dahulu, lain dengan aku, kakiku telah merasakan bumi untuk pertama kalinya.
                     Hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun telah kulewati dengan nama Chindy kecil. Chindy merupakan anak pertama dari Edi Kunarso dan Rumiati, yang tinggal disebuah gubuk kecil yang mungkin tidak bisa dibilang sebuah rumah. Namun apa daya, kami hanya sebuah keluarga yang harus menyukuri apapun yang Tuhan berika di dunia ini, dengan harapan kelak Tuhan akan memberikan rezeki sehingga keluarga kami akan mampu membangun sebuah rumas kami sendiri. Masih teringat di benakku, ketika aku berusia lima tahun, aku harus rela ditinggal ayah pergi bekerja di luar negeri, saat itu aku yang belum tahu apa apa tentang arti kehidupan sebenarnya, aku yang hanya bisa melihat air mata ibuku setiap malam, tanpa tahu sebenarnya bahwa itu adalah air mata kerinduan, air mata khawatir terhadap ayahku yang bekerja di luar sana.
“ Ibu, kenapa ibu menangis ?” tanyaku,
“ Oooh ini, ibu hanya sedang mengantuk saja, ayo tidur!”, jawab ibu dengan wajah yang menahan tangis di wajahnya.
                     Saat itu aku sudah masuk sekolah dasar tepatnya kelas satu di SD Negeri Agungmulyo, dulu aku sering diejek teman teman, karena tubuhku yang gemuk, mereka berani mengejekku karena tidak ada ayahku yang menemaniku saat itu. Disaat itulah aku teringat ayahku, seandainya ayahku tidak bekerja di luar negeri dan masih ada di sini pasti tidak akan pernah ada orang yang mengejekku. Tetapi kejadian itu tidak berlangsung lama, tak lama kemudian ayahku telah tiba dari perantauannya. Kalian tahu apa yang aku rasakan saat itu, hatiku merasa senang tak terkira, seolah duniaku yang selama ini terpecah akan kembali utuh. Tuhan mendengarkan doaku, tak lama kemudia kami mampu membangun rumah kami sendiri. Rumah yang menjadi istana bagi keluarga kami sendiri.
                     Masa sekolah dasar kulalui seperti anak anak lainnya. Enam tahun berlalu aku telah menyelesaikan sekolah dasarku, dan sekarang waktunya aku masuk ke bangku Sekolah Menengah Pertama. Ini adalah tahap awal aku berhijrah, yang sebenarnya aku tidak memikirkan efeknya akan berpengaruh kepadaku. Saat masuk SMP aku mencoba untuk menutupi auratku dengan menggunakan jilbab waktu sekolah. Walaupun aku harus rela rambut indah yang ku banggakan tertutupi oleh balutan kain di sekolah. Inilah hal yang kusesali, mengapa waktu itu aku hanya menutup auratku hanya di sekolah. Aku bagaikan orang yang munafik, yang hanya menunjukkan kealimannya kepada banyak orang. Dan saat selesai sekolah aku membuka penutup auratku dan membiarkan auratku dilihat banyak orang. Baik, kita kembali ke masa SMP ku, sebenarnya aku sangat tidak percaya diri ketika waktu pertama kali masuk SMP. Ooh iya, saat itu aku sekolah di SMP N 2 Juwana. Aku menyadari banyak siswa siswi dari SD terbaik di wilayah Juwana, saat itu aku berpikir tidak mungkin aku akan mendapat peringkat kelas, apalagi peringkat paralel. Tetapi Tuhan berkehendak lain, waktu ulangan akhir semester satu, wali kelas mengumumkan bahwa aku mendapat juara satu paralel di kelas tujuh. Hal inilah yang mendasari rasa percaya diriku hingga mampu mempertahankan peringkat itu sampai aku luls SMP. Ketika aku kelas delapan aku juga pernah menjabat sebagai ketua OSIS, hal yang tidak pernah terlintas di pikiranku waktu itu. Sebelumnya, untuk mengucapkan salam di depan umum saja aku masih gemetar, tetapi karena aku tergabung dalam organisasi ini, aku berubah seratus delapan puluh derajat, aku menjadi seseorang yang pemberani karena sering berpidato di depan umum.
                     Kenangan yang tak pernah terlupakan dari masa SMP adalah sahabatku, Firda. Ia merupakan sesorang yang selalu ada di sisiku saat aku senang maupun susah. Sampai-sampai dulu kami sering disebut saudara kembar, orang lain mengatakan wajah kami sangat mirip. Selain Firda ada satu orang yang tak akan terlupakan jasanya, seorang lekaki yang sudah ku anggap sebagai seorang kakak, seseorang yang selalu menasihati, mengingatkan ketika aku mengalami kesalahan, dan seseorang itu sering kusebut Kak Wid. Satu kalimat dari beliau yang tidak bisa kulupakan,
“ Sebenarnya, tujuan kita hidup di dunia ini untuk apa sih? “,
“ Tujuan kita hidup di dunia itu hanya untuk mempersiapkan diri menuju kematian.” Sambungnya,
                     Lewat satu kalimat itu aku mulai mencari motivasi darinya, motivasi yang membuatku yakin untuk meraih cita citaku. Peran ayah ibu juga membuatku semakin mantab melangkahkan kakiku untuk menuju kesuksesanku. Masa SMP, masa dimana aku berubah menjadi seorang gadis yang sudah mengerti sedikit bagian dari kehidupan. Dari kisah pahit yang dialami ibuku waktu ayahku di perantauan.
“ Nak, kamu belajar sungguh sungguh ya, supaya tidak menjadi seperti ibu yang bodoh, jadilah orang yang pandai, jadilah orang yang sukses agar tidak ada orang yang menjelekanmu dan mengganggumu.” Ujar ibu,
“ Iya bu, aamiin, tapi bu apa yang terjadi kenapa wajah ibu terlihat seperti baru menangis ?”, tanyaku dengan penuh kebingungan.
Akhirnya ibu menjelaskan bahwa sebenarnya dulu waktu ayah pergi ke perantauan alasan ibu menangis karena ibu selalu mendapat ejekan dari para tetangga karena rumah kami yang kecil. Tanpa sadar, air mataku mengalir begitu saja di pipiku. Sejak saat itu aku harus berani, aku harus berusaha sekuat mungkin untuk bisa meraih cita citaku.
                     Tiba saatnya aku harus berpisah dengan mereka, aku telah selesai dengan pendidikan di SMP, dan aku memilih untuk melanjutkan pendidikanku di SMA N 1 Juwana. Sebenarnya, untuk masuk disini bukanlah hal yang mudah. Karena sebelumnya ada banyak mulut yang menyarankanku untuk masuk di SMA 1 Pati, sekolah terfavorit di Pati. Tapi aku lebih memilih kata hatiku untuk masuk sekolah di SMA N 1 Juwana. Karena aku yakin semua sekolah itu sama saja, tergantung kita yang mau serius atau tidak. Jika kita serius pasti akan ada jalan utuk meraih kesuksesan.
                     Mereka memilih jalannya masing masing, dan saat itu pula aku harus berpisah dengan teman lamaku, Firda. Tetapi aku tidak merasa bersedih, karena saat aku masuk di SMA ini aku menemukan teman yang mampu membuatku menyadari arti persaudaraan yang tidak aku dapatkan waktu SMP.
“ Hay,”
                     Satu kata, hanya satu kata yang terucap untuk  teman sebangkuku Lisa waktu pertama kali aku datang ke kelas, dan dia telang datang terlebih dahulu, itulah karakterku. Aku memang tidak suka banyak bicara kepada orang yang baru aku kenal. Hari demi haripun berlalu, keakraban mulai tumbuh dengan teman sebangkuku begitu pula teman sekelasku, betapa beruntungnya aku ketika aku mendapatkan teman yang baik, ramah. Disini aku akan memfokuskan cerita mengenai hal yang bisa membuatku berhijrah, aku memiliki tekad kuat untuk berhijrah ketika aku duduk di bangku SMA. Berawal dari dipertemukan aku dengan seorang ustad yang memiliki hubungan sebagai murid dan guru denganku. Ustad ini selalu memberikan nasihat, memperingatkan kewajiban seorang wanita untuk menutupi auratnya dalam pelajarannya. Mungkin karena saat itu aku belum mendapat hidayang dari Allah, aku menghiraukan ucapannya, aku masih membuka auratku ketika pulang sekolah.
                     Alhamdulillah, Tuhan masih sayang kepada aku, aku mendapat hidayah untuk mengamalkan kewajiban seorang wanita. Walaupun, untuk bertemu dengan hidayahku aku harus mengalami masa kelamku, masa dimana aku hampir tersesat jauh dari jalan kebenaran. Waktu itu lupa kalu Allah itu dzat yang maha pencemburu, Allah mematahkan hatiku seolah ia mengisyaratkan bahwa aku harus kembali kepadaya. Dengan patah hati ini menyebabkan aku lebih dekat dengan Tuhan, disaaat aku terpuruk, Tuhan membuatku semakin percaya dengan kuasanya. Pada tahun yang sama aku memperoleh banyak rezeki yang tak kuduga sebelumnya. Untuk melupakan kesedihanku dengan cara fokus ke pendidikanku. Waktu itu aku mengikuti beberapa lomba, dan atas izin Allah aku mampu mendapat berbagai penghargaan dari usahaku tersebut, selain itu aku mampu mempertahankan prestasiku di kelas.
                     Bagaimana mungkin aku tidak takjub dengan kuasa Allah, di tahun ini ketika aku duduk dibangku kelas dua belas, akhirnya aku memantabkan hatiku, menguatkan niatku untuk berhijrah, meninggalkan semua keburukan, semua masa kelamku, dan kubawa lembar amal baru, dengan berdoa, mengharap dosa dosa lampauku diampuni oleh Tuhan yang maha pemurah. Awalnya untuk memakai jilbab di rumah, aku mendapat sindiran dari tetangga, tetapi ibuku meyakinkan kepadaku.
“ Nak, jika kamu ingin melakukan sesuatu yang benar, maka lakukanlah.Terkadang untuk melakukan hal yang benar itu akan mendapat cobaan yang lebih berat dari pada melakukan keburukan” petuah dari ibu.
                     Seorang ibu yang bisa menjadi seorang teman curhat, penyemangat dan segalanya bagiku. Petuah yang terucap dari mulut manisnya semakin membuatku percaya untuk melalui hidup di jalan kebenaran jalannya Allah. Di saat ini pula aku bisa menjadi Amanda yang dewasa, Amanda yang mengerti perjuangan orangtuanya untuk bisa mencari pundi pundi rupiah agar bisa membiayai sekolah putri putrinya. Disini aku mulai berpikir, tidak mungkin aku menyia-nyiakan perjuangan kedua orang tuaku untuk hal hal yang dapat menghalangi cita citaku.
                     Sekarang inilah aku seorang anak remaja yang beranjak dewasa bernama Amanda Chindy Patrechia yang memulai kehidupan yang baru, membangun kehidupan yang benar, dengan balutan kain di auratnya dan balutan di hatinya yang pernah terluka dan mencoba mengobati luka di hatinya dengan mendekatkan diri kepada Allah, menyerahkan masa depannya kepada Allah, mempercayakan takdir Allah, seorang anak yang hanya berusaha belajar dan berdoa dan telah menitipkan masa depan, cita-cita, kisah cinta nya kepada Allah semata. 
                     Seorang anak yang masih menunggu dengan menjalani masa masa hidupnya untuk mengetahui kemana takdir akan membawanya melangkah. Dengan sejuta impian untuk membahagiakan kedua orang tuanya, melakukan yang terbaik, dan menyukuri atas apa yang dimiliki sekarang. Karena aku yakin jika kita selalu mengingat Allah, Allah akan selalu bersama dengan kita, jika ita terjatuh, Allah akan menolong kita, dan jika kita tersesat, Allah akan menuntun kita kembali ke jalannya yang benar.

terima kasih :3